Abstract

Metode Agile merupakan salah satu bentuk pendekatan metode pengembangan sistem yang berkembang saat ini untuk pemodelan perangkat lunak yang mengutamakan fleksibilitas dan kedinamisan setiap prosesnya terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, dimana perubahan-perubahan tersebut dapat dilakukan pada setiap tahapan proses yang ada. Salah satu metode Agile yang ada adalah pendekatan Extreme Programming (Extreme Programming Approach). Perbedaan Extreme Programming Approach (XP) dibandingkan dengan metode lainnya yaitu tidak memiliki dokumentasi secara formal dalam setiap tahapan proses konstruksinya. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam XP Approach antara lain: Tahapan explorasi, perencanaan, iterasi pengembangan sistem, dan tahapan akhir. Keunggulan dari XP Approach ini adalah perancangan perangkat lunak yang dilakukan tidak akan diubah, hanya sistem yang sedang dibangun saja yang berubah, dengan kata lain XP Approach memungkinkan tidak adanya dokumentasi formal yang dapat digunakan sebagai alat ukur bahwa aplikasi telah selesai dibangun, namun aplikasi dikatakan telah selesai apabila klien tidak melakukan penambahan analisis kebutuhan (requirement) pada aplikasi. Penambahan atau perubahan requirement ini tidak dibatasi, sehingga apapun keinginan klien akan dipenuhi. Melalui pendekatan XP ini akan dibangun sebuah aplikasi yang diperuntukkan untuk sistem penjualan berbasis online (E-commerce) dengan prinsip business to customer (B2C). E-commerce ini diperuntukkan bagi penjual khususnya yang bergerak di bidang UMKM pada wilayah Kabupaten Musirawas Utara yang ingin mengembangkan kegiatan jual beli barang dagangan kepada customer secara online.