KONSEP TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN LEVEL KEMATANGAN PADA SMPN KOTA LUBUKLINGGAU

Main Article Content

Sepriadi Sepriadi
Dedy Syamsuar
Linda Atika

Abstract

SMP Negeri Kota Lubuklinggau merupakan instansi pendidikan Sekolah Menengah Pertama yang ada dikota Lubuklinggau, yang terdiri dari 15 sekolah yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Lubuklinggau. Pentingnya peranan teknologi yang digunakan oleh SMP Negeri Kota Lubuklinggau dapat memberikan dampak yang baik jika pemanfaatan teknologi informasi dilakukan dengan maksimal. Kondisi saat ini di SMP Negeri Kota Lubuklinggau tidak dapat mengetahui apakah pemanfaatan teknologi informasi yang ada telah berjalan secara optimal atau tidak,karena saat ini tidak memiliki indikator yang memberikan gambaran informasi tentang kinerja teknologi informasi yang ada dapat dilakukan susuai dengan visi dan misi pada setiap SMP Negeri Kota Lubuklinggau. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan tata kelola terhadap penggunaan teknologi informasi yang telah ada di setiap SMP Negeri Kota Lubuklinggau. Framework COBIT 5 akan digunakan untuk melakukan tata Kelola Teknologi Informasi Negeri Kota Lubuklinggau. Berdasarkan penelitian ini, Terdapat 4 domain dari COBIT 5 yang terpilih untuk dapat menentukan tingkat kematangan teknologi informasi SMP Negeri Kota Lubuklinggau yaitu BAI08 (Manage Knowledge), EDM04 (Ensure Resource Optimisation), APO01 (Manage the IT management framework) dan APO07 (Manage Human Resources). Hasil dari penilaian tingkat kematangan tata kelola TI pada SMP Negeri Kota Lubuklinggau yaitu 1.48 berada pada level 1 dengan identifikasi teknologi informasi telah dilakukan secara Intial/ Ad Hoc.

Article Details

Section
Article

References

[1] D. Antoni, Apriliani, M. I. Herdiansyah, and M. Akbar, “Critical factors of transparency and trust for evaluating e-government services for the poor,” Proc. 2nd Int. Conf. Informatics Comput. ICIC 2017, vol. 2018-January, no. November, pp. 1–6, 2018.
[2] Peraturan Pemerintah RI, “Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan,” p. 210, 2010.
[3] Peraturan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, “Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah,” vol. 2011, pp. 1–6, 2012.

[4] Peraturan Pemerintahan RI, “Sistem Pendidikan Nasional,” no. Mm, pp. 1–18, 2003.
[5] S. N. S. Berlianna, “Evaluasi Tingkat Kapabilitas Sumber Daya Teknologi Informasi Pada Institut Teknologi Nasional Malang Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 5,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput. Univ. Brawijaya, vol. 2, no. 10, 2018.
[6] W. Cholil, E. Yulianingsih, and A. A. Diharja, “Audit Tata Kelola Sistem Kepegawaian Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan dengan Kerangka Kerja COBIT Versi 5,” Thesis Univ. Bina Darma, Palembang, vol. 5, pp. 1–9, 2013.
[7] H. Kusbandono and D. Ariyadi, “Rekomendasi Tata Kelola Aset Ti Berdasarkan Cobit 5,” Simetris J. Tek. Mesin, Elektro dan Ilmu Komput., vol. 9, no. 2, pp. 1015–1020, 2018.
[8] F. Rahmadayanti, W. Cholil, and L. Atika, “Optimalisasi Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Cobit 5 (Studi Kasus Stt Pagar Alam),” J. Bina Komput., vol. 1, no. 2, pp. 116–121, 2019.
[9] S. Fajar, S. Gumilang, and F. Jonathan, “Model Konseptual Penerapan IT Governance Di Lembaga Keuangan Mikro Berbasis COBIT 5 Framework,” pp. 8–9, 2018.
[10] A. K. Darmawan and A. Dwiharto, “Pengukuran Capability Level Kualitas Layanan E-Government Kabupaten Pamekasan Menggunakan Framework COBIT 5.0,” INTENSIF J. Ilm. Penelit. dan Penerapan Teknol. Sist. Inf., vol. 3, no. 2, p. 93, 2019.
[11] Elly and F. Halim, “Evaluasi Tatakelola Infrastruktur Ti Dengan Framework Cobit 5 ( Studi Kasus : Stmik – Stie Mikroskil ),” Sebatik, vol. 5, pp. 74–82, 2016.
[12] R. S. Kharisma et al., “Pengukuran Tingkat Kematangan Tata Kelola Ti Dengan Menggunakan Control Objective Plan And Organize Pada Framewrok Cobit5,” pp. 1–12, 2012.
[13] M. Alhan, “Perancangan It Governance Menggunakan Cobit Versi 4.1,” vol. X, no. 2, pp. 11–22, 2011.

[14] L. I. Sari and L. Probonegoro, Wishnu Aribowo, “Audit Sistem Informasi Terhadap Penilaian Teknologi Informasi Pada Maskapai ABC Menggunakan Cobit 4 . 0,” Knsi 2018, pp. 700–704, 2018.
[15] IT Governance Institute, Control Objectives, COBIT 3 rd Edition. 2000.
[16] ISACA, “IT Governance & The COBIT 5.0 Framework,” 2012.
[17] I. G. Institute, IT Governance Implementation Guide 2nd. 2007.
[18] Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta, 2017.
[19] F. Purwaningtias, M. I. Hardiansyah, and S. Rizal, “Audit Tata Kelola It ( It Governance ) Pada Politeknik Sekayu Menggunakan Cobit 5,” 2016.
[20] A. Prasetyo and N. Mariana, “Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi ( It Governance ) pada Bidang Akademik dengan Cobit Frame Work Studi Kasus pada Universitas Stikubank Semarang,” J. Teknol. Inf. Din., vol. 16, no. 2, pp. 139–149, 2011.
[21] Irfan, “Analisis Kebutuhan Stakeholder Dalam Mengembangkan Model Tata Kelola TI MEngenai Transparansi Pengadaan Sistem Informasi Pada Pemerintah Kota Makassar Berdasarkan Cobit 5,” Pros. – Semin. Nas. Ilmu Komput., no. 20, pp. 1–6, 2014.
[22] Y. D. H. dan L. Erawan, “Analisis Tata Kelola Optimalisasi Sumber Daya Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang (Edm04) Berdasarkan Kerangka Kerja Cobit 5 Pada Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Tengah,” Techno COM, vol. 15, no. 2, pp. 170–176, 2016.
[23] N. F. Farada and A. R. Perdanakusuma, “Evaluasi Tingkat Kapabilitas Tata Kelola Teknologi Informasi dengan Kerangka Kerja COBIT 5 pada Proses APO01 dan APO07 di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur,” vol. 3, no. 6, pp. 6016–6025, 2019.
[24] D. Antoni and F. Jie, “The relationship between IT capability and organisational environment performance: A conceptual framework,” no. February 2016, 2012.
[25] B. K. dan Nurhajati, “Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pariwisata Kota Batu,” vol. II, pp. 85–97, 2017.