Abstract

Sekolah Menengah Atas adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia. Proses penjurusan bagi siswa SMA selama ini biasanya berpedoman pada nilai akademik siswa,. Faktor penentu penjurusan pada SMA Bina Satria Kota Lubuklinggau adalah nilai matematika SMP, nilai IPA SMP, nilai IPS SMP, nilai Ujian Nasional matematika, nilai Ujian Nasional IPA, nilai tes akademik matematika, nilai tes akademik IPA, nilai tes akdemik IPS,minat siswa dan saran orang tua siswa. Karena penjurusan dilakukan pada kelas X, Terlebihnya penjurusan dilakukan secara manual dan memerlukan banyak waktu, tidak efisien dan sering terjadi kesalahan dalam proses penjurusan yang dilakukan.  Proses penjurusan harusnya dilakukan dengan didasarkan pada data yang akurat berbasis komputer sebagai dasar pemberian keputusan dalam proses penjurusan. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Salah satu metode yang dipakai dalam proses pengambilan keputusan adalah Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW (Simple Additive Weighting) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi pendukung keputusan serta cara penggunaan metode Simple Additive Weigthing(SAW)pada proses penjurusan siswa SMA Bina Satria